CARE International Indonesia dan CIS Timor Luncurkan Desa PRT

Tulisan ini diambil dari portal berita online TERBIT TIMOR NEWS pada 25 October 2018

Proses pencanangan Ubi Jalar Ungu bersama

Oelamasi, Terbittimornews – NGO Care International Indonesia dan CIS Timor melalui program Partner for Residence (PfR), melakukan peluncuran desa Pengurangan Resiko Terpadu (PRT). Dimana kegiatan PRT ini diluncurkan untuk 12 Kelompok di Desa Oelbiteno dan 8 kelompok di Desa Tolnaku. Peluncuran PRT ini digelar di Desa Oelbiteno, Kecamatan Fatuleu Tengah dan Desa Tolnaku Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang, pada Selasa (24/10).

Penyambutan tim bandga dengan tarian dan natoni adat

Mewakili Direktur PMD, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, TA Utama Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan P3MD, Ir. Maria Regina Tan, pada kesempatan ini menjelaskan bahwa, kedua desa ini merupakan desa binaan CIS Timor dan Care Internasional Indonesia. Dimana, setiap kelompok berjumlah 25 orang.

Ditambahkan, berkaitan dengan pengurangan resiko kekeringan dan ketahanan pangan, sejak tahun 2012, masyarakat yang di dampingi oleh Care International Indonesia dan CIS Timor, terjadi banyak perubahan. Terutama dalam hal ini, tanaman sayuran, yang dimanfaatkan selain untuk kebutuhan rumah tangga. Selain itu, masyarakat yang dibina juga bisa menjual, baik dalam lingkungan desa, maupun dijual ke Pasar Oesao.

“Hasil jualan ini biasanya digunakan untuk membeli bibit dan sisanya dibagikan merata kepada anggota kelompok yang ada,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan ini, dilakukan dialog tentang program ini. Masyarakat pada kesempatan ini mengaku menyambut baik kegiatan tersebut, karena sebelumnya mereka susah mendapat sayur karena daerah kering. Tetapi setelah pendampingan, sekarang sayur cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan sisanya dijual.

Hanya saja embung yang ada saat ini hanya ada satu buah dan cukup untuk tanaman saja. Sedangkan untuk ternak dan air bersih, tidak cukup. Dalam dialog ini, mereka mengaku sangat membutuhkan embung lagi. Tetapi karena mereka juga butuh air bersih, sehingga kalau bisa sumur bor.

Hadir juga pada kesempatan ini, Penjabat Sekda Kupang, Joni Namseo, mengaku bersedia memfasilitasi agar dalam waktu dekat, menurunkan stafnya untuk melihat lokasi pembangunan embung lagi, asal masyarakat menghibahkan tanahnya.

Demikian juga, akan didorong, agar Dana Desa dapat dimanfaatkan untuk pembangunan Embung, asalkan gagasan tersebut sudah tertuang dalam RPJMdes dan RKPDes.

“Dalam hal ini, pemda akan mendukung penuh dengan memfasilitasi kegiatan masyarakat seperti ini. Dalam waktu dekat kami akan menurunkan staf untuk melihat lokasi pembangunan embung lagi, asal masyarakat menghibahkan tanahnya,” ungkapnya.

Sementara itu, mewakili Kementerian Dalam Negeri, Kasubdit Koperasi usaha kecil dan menengah dan penanaman modal, Ala Baster, S.Sos, MT, mengatakan tentang bagaimana memanfaatkan lahan. Dimana, lahan tersebut, bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran dan tanaman lainnya, termasuk ubi ungu untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Ala Baster, S.Sos, MT Kementerian Dalam Negeri, Kasubdit Koperasi usaha kecil dan menengah

“Jadi upaya bagaimana agar lahan pekarangan bisa tetap hijau, dengan tanaman yang bermanfaat dan apakah dalam hal ini, Care International Indonesia dan CIS Timor sudah mendampingi dengan baik,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, rombongan perwakilan dari kementerian Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan kementrian dalam negeri, juga Penjabat Sekda Kabupaten Kupang, melakukan penaman perdana, ubi ungu di lahan kelompok yang disediakan.(ttn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *