Community Organizer :  4.000 Anakan Ubi Ungu Dari Hasil Dana Desa Nanaenoe

Sumber foto : Wikipedia

Ubi ungu saat ini tengah menjadi komoditas unggulandan menjadiprimadonakonsumen di pasar tradisioanal maupun pasar swalayan, jika dibandingkan denganjenis-jenis ubi lainkarena memiliki komposisi gizi yang lengkap serta memiliki fungsi fisiologis bagi kesehatan tubuh. Warna ungu kehitam-hitaman dalam ubi merupakan pigmen penting yang mengandung senyawa antisianin, dimana senyawa ini mampu berfungsi sebagai antioksidan, anti kanker, anti bakteri, serta perlindungan buat hati. Keunggulan ubi ungu tak hanya itu, karena ubi jenis ini ternyata memiliki produktivitas yang tinggi dan cenderung di atas ubi jenis lainnya.

Menurut beberapa sumber, kandungan antisianin yang ada di ubi jenis ini memiliki stabilitas yang cukup baik dibanding dengan kandungan antisianin dari tanaman lain. Karena inilah, maka banyak masyarakat yang mencari ubi jenis ungu untuk camilan sehat keluarga. Selain masyarakat, beberapa industri makanan dan minuman mulai menyerap komoditas ini untuk bahan pembuatan makanan ataupun minuman. Salah satu produk olahan paling populer dari ubi ungu ini adalah ice cream maupun keripik ubi ungu.

Menanggapi peluang pasar yang ada pemerintah desa Nanaenoe  memanfaatkan dana desa bidang pemberdayaan masyarakat sebanyak 14.000.000, Pemerintah Desa Nanaenoe menyepakati untuk dilakukan pengembangan tanaman ini di desa Nanaenoe. Sebagai penyedia, Kepala desa Nanaenoe (Silvester Fahik) mempercayakan pemuda desayang tergabung dalam Community Organizer (CO) dampingan CIS Timor melalui program Youth Voice For Inclusive Borders (suara pemuda perbatasan yang inclusi) kerjasama dengan HIVOS, menyediakan sebanyak 4.000 anakan untuk selanjutnya dibagikan kepada Kelompok Tani yang ada di desa Nanaenoe dimana masing-masing kelompok akan mendapatkan sebanyak 500 anakan .

Sebenarnya ada banyak pihak yang datang menawarkan jasa sebagai penyedia bibit ini namun untuk memberdayakan pemuda dan dana ini tetap ada di masyarakat, maka disepakati bersama ketua Community Organizer (CO)yang merupakan pemuda dampingan CIS Timor (Laurensus Hale) untuk menjadi penyedia bibit tentunya juga melalui tahapan seperti pengajuan proposal kepada Pemerintah Desa ungkap Kepala Desa.

Ketua CO (Laurensus Hale) berbangga karena mendapat kepercayaan untuk menjadi penyedia bibit ini. Dikatakannya untuk mendapatkan pasokan anakan, pemuda mengambilnya dari beberapa tempat milik pemuda yang memang sudah disiapkan sebelumnya untuk dijadikan bibit.

Menurut Dance (pendamping program), ubi ungu merupakan salah satu jenis ubi jalar sangat cocok ditanam di daerah dengan ketinggian 0 – 500 meter dari permukaan laut dan harus mendapat cahaya matahari 11 – 12 jam perhari. Suhu ideal untuk perkembangan ubi jenis ini antara 21 – 27’ Celcius. Sedangkan pertumbuhan dan produksi yang optimal untuk jenis tanaman ini adalah pada musim kering atau kemarau. Perbedaan lainnya adalah masa panen. Jika di dataran rendah bisa panen pada usia 3 sampai 4 bulan, maka di sini panen baru dilakukan pada usia 5 sampai 6 bulan.”***

Dance Viktor Imanuel Fallo | Staf Program Youth Voice for Inclusi, Desa Nanaenoe.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *