“Hili Mutu Tú Mutu La Tok Ona”.

(Perjuangan Tanpa Batas)

 

Buku  Hili Mutu Tu Mutu La Tok Ona yang di launching pada hari senin  29 Oktober 2018 adalah buku  yang di tulis  pertama dan secara bersama  oleh Gropu Serviso Fila Hikas Knua  atau  Kelompok yang bekerja   untuk memfasilitasi warga eks Pengungsi di Timor Barat yang ingin kembali ke kampung halaman di Timor Leste.  Launching buku ini berlangusng di  aula kantor HAK Asosiation Farol Dili, sekitar  20 meter dari Kedutaan Besar Repubilk Indonesia di Dili.

Direktur yayasan HAK, Wakil Direktur CIS Timor bersama Menteri Sosial Timor Leste melaunching buku. Foto oleh Anato Moeira

“sudah saat nya kita membuka pintu bagi saudara kita, karena  ketika pintu tidak dibukakan kita menganggap mereka bukan saudara atau keluarga”

Buku yang di tulis dengan menggunakan bahasa Timor Leste ini  bertujuan untuk memberikan  informasi secara utuh terkait terkait kerja-kerja pemulangan  atau repatriasi mandiri bagi warga eks Pengungsi Timor-Timur di Timor Barat-Indonesia kepada pemerintah Timor Leste lewat  Kementrian Timor Leste yang hadir yaitu Mentri Solidaritas Sosial dan Inklusi dan Perwakilan Mentri Reformasi Legislatif dan Perihal Parlemen.  Selain itu juga buku ini bagian dari Advokasi kepada  para pengambil kebijakan agar bisa tergugah  hati membantu proses repatriasi mandiri mendatang.

Peserta yang hadir dalam  launching buku ini adalah sebanyak 75 orang diantaranya Instansi Pemerintah :Menteri Solidaritas Sosial dan Inklusi, Ibu Armanda Berta dos Santos, Perwakilan Mentri Reformasi Legislatif dan Perihal Parlemen, Dr. Josh Trindade, Perwakilan Kabinet Suport Civil Sosaety untuk Perdana Mentri dan Conçelho Nasional Joventudi Timor-Leste

Selain dari pemerintah ada juga NGO  Nasional dan Internasional yang ada di Timor Leste dan juga CIS Timor sebgai NGO  di Timor Barat yang terlibat aktif juga dalam kerja-kerja kemanusian Repatriasi Mandiri.

Direktur Yayasan HAK sedang mempersentasikan terkait hasil penelitian di Timor barat terkait warga eks Timor-Timur

Ini buku yang pertama dibuat oleh Gropu selama bekerja memfasilitas pulangnya warga eks Timor-Timur dari Timor barat ke kampung halaman.  Hili Mutu Tu Mutu La Tok Ona  dari bahasa Tetun Terik yang mengandung makna bahwa  sudah saat nya kita membuka pintu bagi saudara kita, karena  ketika pintu tidak dibukakan kita menganggap mereka bukan saudara atau keluarga, pada hal mereka ada keluarga kita yang ingin kembali ke kampung halaman.

Penyampaian Manuel Monteiro sebagai Direktur Eksekutif HAK Dili saat mempresentasikan hasil penelitian di Timor Barat Indonesia bahwa “sebenarnya masih ada warga yang ingin kembali ke kampung halamana mereka,  hanya karena mereka kurang informasi  tentang keadaan daerahnya dan masih adanya oknum  yang menahan mereka untuk hal yang lain”.

Manuel juga menyampaikan bahwa dari data warga eks pengungsi yang masih tersisah di wilayah Timor Barat Indonesia sebanyak 104.436 jiwa. “Semua informasi  terkait keberadaan mereka kami banyak mendapatkan dari CIS Timor Atambua” sambung Manuel.

Penyerahan buku kepada salah satu lembaga NGO di Timor Leste

Perkumpulan Relawan CIS Timor adalah salah satu Lembaga Swadaya Masyarkat yang ada di Timor Barat  Indonesia sebagai lembaga yang  pada tahun 1999 bekerja  khusus penanganan Pengungsi Timor-Timur sejakt  1999-2008. Sampai saat ini pun CIS Timor masih membantu mengadvokasi hal –hal terkait persoalan warga Eks Timor-Timur  baik yang tinggal di Kamp dan wilayah resetlement baik di  Kupang, Atambua dan Malaka. Atas  dasar inilah  masih ada ekspetasi  dari sebagian warga eks Timor-Timur bahwa CIS Timor masih “ Bekerja untuk pengungsi”

Sebagai lembaga yang punya track record bekerja isu “ Pengungsi”  lintas negara CIS Timor menjadi salah satu “ Bank data isu pengungsi Timor-Timur”   Wakil Direktur CIS Timor  Buce Ga dalam presentasinya mengatakan bahwa  “ Kita bekerja mengurusi  repatriasi Pengungsi Timor-Timur saat 1999-2002 di kamp itu bukan pekerjaan yang mudah, kami harus tunggu dan jaga mereka  sampai mereka jalan, karena diantara waktu malam sampai pagi keputusan bisa berubah-ubah karena di pengaruhi oleh yang lain”.    

Banyak  program kerja yang dilakukan oleh CIS Timor  kepada warga Pengungsi saat itu, mulai dari program desiminasi informasi  sampai program  perumahan. Tapi saat ini masih saja  ada yang tinggal di kamp. Banyak hal yang perlu dikaji kembali  supaya bisa mencari solusi yang terbaik.  Bila pemerintah kedua negara ini  membuka kembali Program Repatriasi, tidak tertutup kemungkinan gelombang manusia yang akan kembali cukup banyak.

Menteri sosial Timor Leste sedang menyampaikan sambutan. Foto oleh Anato Moeira

Pemerintah Timor Leste lewat Mentri Sosial, Ibu Armanda Berta dos Santos  mengapresiasi pekerjaan yang telah dialkukan oleh Grup ini. “Ini akan menjadi bahan laporan  dan diskusi kami  setelah  selesai acara ini, yang terpenting adalah kita selalu bekerja secara bersama-sama”.

Direktur HAK Dili dan Wakil Direktur CIS Timor melakuakn foto bersama usai kegiatan

Ini adalah kerja tanpa batas atau Perjuangan Tanpa Batas. Panggilan hati dan punya motivasi menjadi spirit perjuangan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Kerja-kerja Sosial  dilapangan dan Kerelawanan adalah kekuatan dari Tim Grupu Fila Hikas Knua.

Berikut Tim Grupu Fila Hikas Knua:

  • Perkumpulan HAK
  • Escravas Sagrada Corasaun de Jesus
  • FORTILOS
  • Pemuda Protestan Timor-Leste
  • JRS-TL (Jesuit Refugee Service-Timor-Leste)
  • Verupupuk Ponta Leste (Lospalos)
  • The Frontiers Timor-Leste
  • PDHJ
  • Ita ba Pas
  • CIS Timor-NTT
  • FPPA Atambua

 

***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *