Perempuan Kepala Rumah Tangga dan Perempuan Penyandang Disabilitas mewariskan Pewarnaan Motif Tenun Alami

Atambua- Belu, Jumat (15/02/2019).

“Total 60 orang Perempuan Kepala Rumah Tangga dan Perempuan Penyandang Disabilitas belajar membuat Pewarnaan Motif Tenun dengan bahan Alami,” kata Ibu Irene Tefa selaku Instruktur Pelatihan perwakilan dari DEKRANASDA Kabupaten Belu. 

Lebih lanjut ibu Irene menjelaskan 60 orang tersebut merupakan perwakilan kurang lebih 20 orang dari Desa Nanaenoe, Desa Silawan dan Desa Maumutin. Para instruktur pelatihan ini adalah utusan dari DEKRANASDA (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Belu yakni ibu Maria Irene Tefa (50), dan Ibu Nofiana H. Fernandes (31) selaku pendamping instruktur.

Ibu Irene menjelaskan “Tahapan pelatihan ini selama 2 hari, pada hari pertama adalah Persiapan Benang dalam hal ini perminyakan yang bertujuan untuk membersihkan benang dari zat kimia, lalu menyiapkan bahan-bahan alami, seperti dihaluskan, dimasak dan ada juga yang melalui proses fermentasi sebagai pewarna alami benang.” lanjutnya “pada hari kedua mewarnai benang dengan cara dicelupkan pada bahan yang sudah siap, lalu pengeringan, dan setelah Fixsalisasi yang berfungsi untuk menjaga warna agar tidak luntur, setelah itu dijemur hingga kering dan benang siap untuk di tenun.”

Lalu, Ibu Irene juga menjelaskan mengapa pewarna alami?. Karena dengan menggunakan pewarna alami kita terus melestarikan budaya kita, dapat menjadi daya tarik wistawan dan juga salah satu program kabupaten Belu. lanjut ibu Irene, “Selepas pelatihan ini
DEKRANASDA akan selalu memonitoring dan mendampingi kelompok agar terus menghasilkan tenunan pewarna alami yang kemudian akan dimasukkan ke Galeri DEKRANASDA sebagai
bentuk komitmen Program Kabupaten dalam melestarikan dan memajukan Tenunan Belu disektor Pariwisata.”

Selama pelatihanpun ketua PKK Kabupaten Belu ibu Lidwina Viviawati selalu mengikuti perkembangan pelatihan baik melalui Video Call dan juga hadir di Desa. Disisi lain, Julius Leto pendamping Desa Maumutin mengatakan, “Kegiatan ini merupakan kegiatan stimulan saja, yang bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas dan
kemandirian Kelompok Berisiko (Perempuan Kepala Keluarga dan Perempuan Penyandang Disabilitas) yang selama ini kurang di libatkan dalam perencanaan dan pembangunan di desa, lalu kemudian berdampak pada pertumbuhan ekonomi mikro di desa perbatasan.”

Lebih lanjut Julius menjelaskan; “Pelatihan ini juga diharapkan dapat ditindak lanjuti oleh pemerintah di tiap desa dalam perencanaan dan penganggaran pada dana desa guna mendukung ekonomi mikro desa terkhususnya pada kelompok berisiko.” Pelatihan Pewarnaan Motif Tenun Alami ini di fasilitasi oleh LSM CIS Timor yang merupakan mitra VOICE Indonesia dan didanai oleh HIVOCE Belanda.

Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari di masing-masing desa dampingan yakni Desa Silawan (06-07/02-2019), Desa Nanaenoe (12-13/02-2019), dan Desa Maumutin (14-15/02-2019), dengan jumlah peserta kurang lebih 20 orang tiap desa yang dilaksanakan di masing-masing desa. (PEDJO KATU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *