RISKA: SI PEMALU

YANG JADI BINTANG

 

 

(Riska saat menyerahkan rekomendasi anak dan remaja Lembata kepada Bupati Lembata)

 

“Jika semua anak Lembata secerdas Riska maka masa depan Lembata pasti luar biasa!”

Namanya Maria Paskalia Wulan Dike Making, biasa disapa Riska. Riska adalah seorang gadis remaja yang berasal dari Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape – Kabupaten Lembata yang saat ini duduk di bangku Kelas XIX di SMPK Ampera Waipukang. Dara kelahiran 11 April 2004 ini merupakan anak dari pasangan Siprianus Labi dan Theresia Tuto Domaking yang tinggal di Dusun II Muda Langun, RT 07 Waipukang – Ile Ape. Seperti kebanyakan remaja lain dan anak-anak desa pada umumnya, Riska adalah anak yang sangat pemalu, tertutup dan tidak berani tampil di depan. Jika ada kegiatan bersama teman-temannya dan bila ada pertanyaan yang ditujukan kepadanya, ia malah bersembunyi di balik tubuh teman-temannya dan sangat ketakutan bila disuruh menjawab. Sampai pada suatu ketika BLOOM Project masuk di desanya. Riska pun mengikuti program ini dengan motivasi yang sangat sederhana yaitu hanya sekedar ikut dan ingin tahu tentang apa itu BLOOM.

Adalah Yanuarius Bapa Laot dan Margaretha Ose Making, pasangan suami-istri yang direkrut masing-masing sebagai Program Support Commitee (PSC) atau Komite Pendukung Program (KPP) dan Fasilitator Desa (Fasdes) untuk BLOOM Project di Desa Laranwutun. Bersama 23 (dua puluh tiga) teman lainnya Riska dibimbing, didampingi dan dimotivasi serta dilatih dengan menggunakan panduan modul “Pilih Masa Depanmu”dalam Diskusi Remaja pada Inclusi Learning Centre (ILC) yang  waktu belajarnya disepakati bersama-sama dengan tidak mengganggu tugas utama mereka masing-masing, baik sebagai pelajar maupun sebagai KPP dan Fasdes yang adalah PNS. Selama tujuh bulan, mereka beraktivitas bersama dengan menggumuli modul “Pilih Masa Depanmu”yang isinya terdiri dari 16 modul dan 65 sesi yang secara garis besar mendiskusikan tentang individu (kesiapan diri), sosial (keterampilan hidup), kesiapan diri (kesehatan reproduksi) dan sumber daya dan keterampilan.

Keprihatinan pada kondisi remaja saat ini dan ancaman akan masa depan mereka menguatkan kepedulian dan komitmen Bapak Laot dan Mama Eta untuk melakukan sesuatu paling tidak bagi anak remaja dalam kelompok Diskusi Remaja yang mereka dampingi. Kesetiaan dan kesabaran mereka dalam mendampingi anak-anak serta teladan hidup yang mereka tunjukkan dalam keseharian hidup mereka mampu menghipnotis anak remaja BLOOM untuk selalu hadir dalam setiap jadwal kegiatan Diskusi Remaja yang telah mereka sepakati bersama. Ketelatenan dan motivasi yang selalu disampaikan kepada anak remaja bahwa setiap orang adalah pribadi yang unik dan memiliki sesuatu atau potensi luar biasa yang kadang tidak disadari mampu membangkitkan semangat dan harapan baru dalam diri anak-anak remaja BLOOM.

Riska sendiri yang dulunya adalah seorang remaja yang tertutup, pemalu dan takut untuk tampil di depan umum perlahan-lahan mulai menemukan kepercayaan diri. Dalam setiap kesempatan Diskusi Remaja Riska mulai menunjukkan perubahan dan kemajuan yakni sudah berani menyampaikan pendapatnya, bisa tampil di depan dan memimpin teman-temannya. Bahkan prestasi belajar di sekolahnya pun terus meningkat. Puncaknya adalah ketika Riska dipilih dan ditunjuk mewakili sekolah dan teman-temannya dalam ajang peringatan Hari Anak Perempuan Internasional tingkat Kabupaten Lembata bersama perwakilan anak perempuan dari desa/kecamatan dan sekolah lainnya.

Dalam forum talkshow yang dipadati penonton dan pengunjung dari segala kalangan baik pejabat maupun masyarakat umum, Riska membuktikan dirinya sebagai pribadi yang unik, memiliki potensi dan keterampilan. Riska bisa… Riska mampu… Riska benar-benar menunjukkan perubahan yang sangat luar biasa. Sedikitpun tidak terlihat kecemasan, ketakutan, gerogi atau apapun itu setiap kali menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya. Ia sangat santai dan terlihat menikmati perannya. Bobot jawabannya pun menunjukkan bahwa Riska sangat memahami issu dan ini tampak dalam korelasi yang kuat antara pertanyaan dan jawaban. Penampilan Riska yang luar biasa ini akhirnya secara aklamasi ditunjuk oleh semua peserta kegiatan saat itu, yang bukan saja seumuran Riska tapi bahkan di antara mereka ada yang telah duduk di bangku SMA, untuk menjadi juru bicara mewakili anak perempuan Lembata bertemu dan berdialog dengan Bupati Lembata untuk menyampaikan dan memperjuangkan hak-hak anak perempuan Lembata.

Kepercayaan inipun dijawab tuntas oleh Riska. Dalam kesempatan dialog dengan Bupati Lembata Riska benar-benar lantang menyuarakan anak dan remaja perempuan tanpa keraguan sedikitpun. Penampilan Riska yang luar biasa dengan mampu menjawab setiap pertanyaan dan balik mengajukan pertanyaan yang juga sangat berbobot membuat Bupati Lembata kagum dan tercengang. Sambil menggeleng kepala, Bupati Lembata berkata: “Jika semua anak Lembata secerdas Riska maka masa depan Lembata pasti luar biasa!” Di penghujung dialog Riska menyerahkan butir-butir rekomendasi terkait perjuangan anak perempuan Lembata kepada Bupati Lembata. Riska, si pemalu yang menjadi bintang. Riska memang luar biasa…

(MIKHAEL ALEKSANDER RARING)

Koord. BLOOM Lembata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *