Wakil Bupati Belu me-launching Program Membangun Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan (PEIB ) / Building Inclusive and Sustainable Economic Growth (BISEG)

 

24/08/2018 – Launching Program  PEIB (Membangun Pertumbuhan  Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan) / BISEG (Building inclusive and sustainable economic growth) di kabupaten Belu oleh Wakil Bupati Belu, Bapak Drs. J. T. Ose Luan yang ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Komitmen Dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dalam pelaksanaan program ini hingga tahun 2021.

(Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan memukul gong menandai dibukanya kegiatan launching program PEIB /BISEG) Foto : BennyPedjo Katu

Pembangunan Ekonomi Inkusif Berkelanjutan / PEIB adalah program yang berfokus pada Pembangunan Ekonomi Inklusif lokal yang didukung oleh Uni Eropa dalam kemitraan dengan Humanity and Inclusion atau Handicap International Federation dan Perkumpulan Relawan CIS (Circle Imagine Society CIS) Timor. Program ini menekankan pada penguatan dan pemberdayaan kelompok terpinggirkan  agar memiliki akses yang setara dalam proses pembangunan ekonomi di 6 kabupaten di provinsi NTT. Anggaran untuk program ini adalah sebesar €1.000.000 (Satu Juta Euro), termasuk untuk operasional dan dukungan teknis lembaga HI di berbagai tingkatan, dengan kontribusi sebesar 75% dari Uni Eropa dan 25% dari HI.  Enam kabupaten tersebut adalah kabupaten Manggarai Barat, Sumba Barat Daya, Lembata, Alor, Rote Ndao dan Belu.

 

“Penyandang disabilitas dapat memiliki atau meningkat pendapatannya melalui usaha mandiri atau bekerja pada pihak lain”

 

Setelah acara peluncuran program di Manggarai Barat akan dilaksanakan kegiatan serupa  di 5 kabupaten lainnya.  Durasi pelaksanaan program ini akan berlangsung selama 42 bulan atau 3,5 tahun terhitung sejak tanggal 1 Mei 2018 – 31 Oktober 2021, yang telah diawali dengan kegiatan-kegiatan internal dan koordinasi dengan pemangku kepentingan pendukung program dan kemudian akan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan yang melibatkan seluruh elemen pemangku kepentingan dan penerima manfaat dari program.

 

Foto : BennyPedjo Katu

Tujuan dari program ini adalah: untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui partisipasi Organisasi Masyarakat Sipil dalam pembangunan daerah yang inklusif dan merata di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Karena itu program ini ingin mendorong dan memastikan partisipasi kelompok -kelompok masyarakat, termasuk kelompok marjinal, dalam proses pembangunan sosial dan ekonomi di daerah.

 

Foto : BennyPedjo Katu

Selain itu  tujuan program ini juga untuk mendorong  pemerintah daerah dan kelompok rentan (marjinal?) melalui organisasi lokal di masing-masing kabupaten untuk bekerja bersama-sama demi kelompok-kelompok yang secara tradisional terpinggirkan; agar penerapan prosedur perencanaan partisipatif dapat berjalan dan melibatkan  kelompok-kelompok masyarakat tersebut secara aktif untuk berkontribusi pada proses pembangunan ekonomi daerah.

Kelompok asaran Utama program ini sebagai berikut: 18 Organisasi Perangkat Daerah  (OPD), 18 CSO/Ormas yang mewakili kelompok rentan, 450 anggota kelompok rentan dari Ormas termasuk penyandang disabilitas dan perempuan; setidaknya 225 orang dari lembaga/dinas terkait dalam pembangunan ekonomi inklusif; 18 Pengusaha lokal dan asosiasi pengusaha termasuk KADIN, 12 penyedia layanan ekonomi termasuk lembaga keuangan mikro dan asosiasi petani. Jadi dalam implementasinya akan melibatkan berbagai unsur seperti pemerintah kabupaten dan desa, CSO, kelompok masyarakat rentan termasuk penyandang disabilitas, orang muda, lembaga keuangan, dan penyedia lapangan kerja.

Foto : BennyPedjo Katu

 

 Dari program ini diharapkan orang muda dan kelompok rentan termasuk penyandang disabilitas dapat memiliki atau meningkat pendapatannya melalui usaha mandiri atau bekerja pada pihak lain. Sedangkan CSO dan pemerintah diharapkan memiliki kemampuan dalam melakukan pendampingan dan replikasi terhadap program ini. Acara peluncuran program PEIB ini dihadiri oleh Wakil Bupati Belu, Project Manager PEIB (Pak  Yoris Bela – Humanity and Inclusiaon), Kepala BP4D Kab. Belu, Pimpinan OPD  terkait di lingkup Pemda Belu, perwakilan kelompok Penyandang Disabilitas, tokoh masyarakat, Oraganisasi Masyarakat Sipil / LSM di Kab. Belu, lembaga keuangan dan penyedia layanan public di Kabupaten Belu.

(Redaksi FRB)

(Sumber & Dokumentasi : BennyPedjo Katu)

Artikel ini sudah di muat terlebih dahulu pada portal online Pemerintah daerah Belu 

 http://belukab.go.id/wakil-bupati-belu-me-launching-program-membangun-pertumbuhan-ekonomi-inklusif-dan-berkelanjutan-peib-building-inclusive-and-sustainable-economic-growth-biseg/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *