MELAWAN RUTINITAS DOMESTIK

Desa Tanarara – 14 Desember 2016

Sumber air melimpah, budaya kerja yang tinggi serta eratnya kegotong royongan perempuan dan laki-laki membuat desa Tanarara menjadi salah satu desa yang cukup berpengaruh penting daripada desa-desa lainnya. Dengan memiliki lahan pertanian yang luas maka Desa Tanarara sangat cocok untuk Pengembangan Hortikultura. Namun di lain sisi, Desa Tanarara sendiri merupakan salah satu desa yang menyumbang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan hampir semua pendidikan hanya tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Desa Tanarara terletak di Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat. Desa ini kemarin menjadi salah satu desa yang dikunjungi MCA-Indonesia. Menjadi bukti nyata bahwa, setelah selesai “Pelatihan Pertanian & Budidaya Hortikultura yang Baik & Rendah Emisi” yang di fasilitasi oleh Zet Malelak dan Boas Tanau, masyarakat Desa Tanarara begitu antusias dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang di dapat sewaktu pelatihan tersebut. Menjadi salah satu keunikan tersendiri yaitu bahwa peserta dalam pelatihan tersebut 99% adalah perempuan dan ibu-ibu.

Antusiasme ini terlihat dari pembuatan Pupuk Bokashi dan Pertanian Vertikulture yang dilakukan secara mandiri oleh ibu-ibu desa Tanarara. Dorkas D. Lele, seorang ibu yang memiliki 4 anak. Ibu Dorkas merupakan salah satu dari sekian banyak ibu-ibu yang melakukan praktik baik tersebut. Menurut penuturan mereka, pelatihan tersebut memberikan mereka energi baru yang membuat mereka bersemangat dan juga sebagai bentuk perlawanan terhadap rutinitas skala domestik layaknya ibu-ibu rumah tangga.

Dorkas D. Lele

“Saya melakukannya dengan bahagia untuk pertanian Vertikulture dan pupuk Bokashi, karena bahan-bahannya mudah di dapat, cara mengerjakannya tidak sulit, ramah lingkungan, dan tingkat kesuburan tanaman yaitu daun, batang dan buah lebih baik,” tutur Dorkas D. Lele yang dijumpai sewaktu kunjungan beberapa waktu lalu.

Pertanian Vertikulture dan pupuk Bokashi mudah ditiru dan direplikasi sehingga memacu energi positif masyarakat untuk berinisiatif melakukannya, dan juga tentunya tidak lepas dari dukungan pemerintah desa. Di Desa Tanarara pemerintah desa dan masyarakat bergandeng tangan untuk maju bersama.

Sumber Tulisan : Grup Konsorsium Pembangunan Berkelanjutan (Facebook, 6 Januari 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *